Kamis, 27 Mei 2021

TUGAS 7

 

Analisis Unsur Menarik Dalam Cerpen

 

 

Bacalah cerpen berikut!

Hukuman Manis Buat Arya

oleh: Lestari Danardana

 

Arya berdiri di ruang makan. Sebentar-sebentar dia mengintip ke ruang kerja ayahnya. Di ruang itu tersimpan buku-buku koleksi ayahnya. Ruangan itu dialasi tikar lampit Kalimantan. Sangat nyaman, Arya dan Astri betah berlama-lama membaca di situ. Ibu Arya yang seorang guru, juga sering mengoreksi soal-soal ulangan di situ. Sekarang ini lampu ruangan itu mati. Ayah belum sempat menggantikan dengan lampu baru.

Arya mengintip sekali lagi. Namun, ia tak bisa melihat jelas karena ruangan itu agak gelap. Sore itu tidak ada seorang pun di rumah kecuali Arya. Ayah dan Ibu mengantar Astri ke dokter gigi. Arya mulai gelisah. Ia ingin sekali masuk ke ruangan itu. Tiba-tiba dikejutkan oleh dering telepon. Ternyata dari Dani teman sekelasnya.

“Kalau kamu tidak bisa melakukannya, berarti kamu ingkar janji. Dasar pegecut!” kata Dani dengan suara keras.

“Tapi Dan…” jawab Arya gugup.

Belum sempat Arya menyelesaikan kalimatnya, telepon sudah ditutup Dani. Arya lalu berjalan menuju ruang belajar. Besok Ibu akan memberi ulangan matematika. Di ruang itulah biasanya Ibu mempersiapkan soal-soal ulangan. Perlahan-lahan dibukanya pintu ruangan itu. Berkas sinar lampu dari ruang makan menerobos masuk.

“Itu dia!” gumam Arya gembira. Sebuah buku tergeletak di meja. Tampak ada sehelai kertas terselip di dalamnya. Arya tahu benar bahwa mengintip soal sebelum ulangan adalah perbuatan curang. Namun, ejekan Dani terngiang-ngiang di telinganya.

Arya menarik napas panjang dan berkata pada dirinya sendiri, “Aku bukan pengecut. Aku harus mengambilnya!”

Dengan gemetar, diambilnya kertas itu dari bawah meja. Lega rasanya begitu melihat bahwa kertas itu benar-benar soal ulangan matematika. Rasa takut kembali muncul di hatinya. “pengecut, pengecut!” mengingat kata-kata Dani itu, Arya menjadi nekat membawa kertas itu keluar. Secepat kilat ia lari ke ruang keluarga menelepon Dani.

“Hebat!” teriak Dani. Arya lalu membacakan soal matematika itu dan Dani mencatatnya.

“Terima kasih, Arya. Besok kutraktir es krim Mas Doto deh!” seru Dani riang. Arya tertegun sejenak. Dia lalu lari ke rung belajar dan menyimpannya kembali kertas soal itu.

Baru saja Arya hendak menutup pintu ruang belajar, terdengar suara mobil Ayah di depan rumah. “Hmm, untung udah beres,” gumamnya perlahan.

Keesokan harinya ulangan matematika berlangsung sesuai jadwal. “Ya ampun, soalnya persis sekali!” seru Arya dalam hati. Dani berhasil menyelesaikan soal ulangan dalam waktu dua puluh menit. Ketika ia menyerahkan lembar jawaban, semua anak memandang keheranan padanya. Arya tersenyum dan Dani membalas dengan mengedipkan sebelah matanya.

“kau adalah sahabatku yang paling baik di dunia!” ucap Dani saat mereka menikmati es krim di bawah pohon. Arya tersipu.

Sore harinya, saat Arya pulang ke rumah,

“Arya, Ibu punya kejutan buatmu!” seru Ibu gembira

Wow, chicken pie!” teriak Arya. “Makasih, Bu!” seru Arya lagi.

Saat makan malam tiba, dengan bangga Ibu menceritakan kehebatan anaknya.

“Ayah, Arya mendapatkan nilai matematika paling tinggi di kelas, lo!” seru Ibu. ‘Wah hebat! Anak istimewa harus mendapat hadiah istimewa!” timpal Ayah.

“Aku juga mau kasih Mas Arya hadiah. Tapi rahasia!” ucap Astri, adik Arya.

Arya menutup mulut dengan tangannya. Alisnya agak terangkat. Ia menjadi salah tingkah. Ia malu dan merasa sangat bersalah. Arya akhirnya menunduk dan berkata lirih,

“Maaf Bu. Saya membaca soal ulangan matematika itu tadi malam,” air mata menggenang di pelupuk matanya.

Ibu memeluknya dengan lembut dan berkata, “Hmm, Ibu senang akhirnya kamu mengaku. Tapi mengapa kau lakukan itu? Ada yang menyuruhmu?” desak Ibu lembut.

“Ti…tidak, Bu!” sahut Arya cepat, tetap menunduk.

“Memang serbasalah  jadi anak guru, ya?” Ibu mnyelidik halus.

“Mmm… sebetulnya kalau aku berani, hal ini tidak akan terjadi, Bu,” jawab Arya memberanikan diri.

Ibu tersenyum mendengar jawaban anaknya. “Sebenarnya Ibu curiga sejak tadi malam. Kau tidak menyelipkan kembali soal matematika itu pada halaman semula,” jelas Ibu bijak. “Dan Ibu tambah curiga melihat gerak-gerik Dani saat menyerahkan soal. Tapi sudahlah, kamu kan sudah mengakui kesalahanmu,” ucap Ibu lagi.

“Jadi, sebetulnya Ibu sudah tahu sejak tadi malam?” Arya keheranan.

Ibu tersenyum mengangguk.

“Lo… mengapa Mas Arya tidak langsung dimarahi, Bu?” tanga Astri. Ayah tertawa sambil mengacak-acak rambut Astri,

“Kamu tu paling suka kalau Mas Arya di hukum!”

“Menghukum seseorang itu tidak harus selalu dengan marah-marah!” Ibu menjelaskan.

“Bu, Arya lebih baik dimarahi habis-habisan daripada diperlakukan baik begini,” sergah Arya.

“Akh, kamu! Sudah salah malah nawar-nawar!” sahut Ayah sambil tertawa.

Arya menghela napasnya. Tiba-tiba Ayah menyeletuk, “Astri, sini chicken pie-nya. Ayah habiskan saja deh!”. Astri dan Ara serentak lari menuju lemari makan dan berteriak,

“janga dooongg!” Ayah dan Ibu tertawa melihat tingkah kedua anaknya.

 

Sumber: (bobo)*

Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VIII

 

 

 

 

Setelah membaca cerpen di atas, catatlah hal-hal menarik yang berkenaan dengan unsur-unsur di bawah ini.

Unsur cerita

Daya tarik

a.       Tema

 

b.      Alur

 

c.       Penokohan

(tokoh-tokoh dan wataknya)

 

d.      Latar/setting

 

e.       Gaya Bahasa

(formal/nonforal)

 

f.       Amanat

 

 

7 komentar:

  1. 1.Tema:Ujian matematika
    2.Alur:Arya mencontek soal ibunya tetapi tidak dimarahi karena marah itu tidak harus dengan cara kasar.
    3.Arya:Ceroboh
    Ibu Arya:Penyabar.
    Ayah Arya:Baik.
    Astri:Baik.
    Dani:Burung+Curang

    BalasHapus
  2. Alezian Husni T
    Tema:Hukuman Manis Untuk Arya
    Alur:Ibu Arya adalah guru di kelasnya saat ibunya ingin mengadakan ujian matematika Arya menyontek jawaban ujian matematika tersebut.Arya ahirnya mengakui perbuatannya tersebut kepada ibunya,tetapi Arya tidak dimarahi oleh ibunya.
    Arya:Ceroboh
    Dani: Provokator
    Ibu:Penyabar
    Ayah:Penasehat
    Adik adik Arya.
    Latar tempat:Di rumah dan Sekolah
    Gaya bahasa formal
    JADILAH DIRI SENDIRI JANGAN JANGAN MELAKUKAN PERBUATAN YANG TIDAK TERPUJI HANYA KARENA PROVOKASI DARI ORANG LAIN

    BalasHapus
  3. Mhammad Ridwan
    Tema:Hukuman Manis Untuk Arya
    Alur:Ibu Arya adalah guru di kelasnya saat ibunya ingin mengadakan ujian matematika Arya menyontek jawaban ujian matematika tersebut.Arya ahirnya mengakui perbuatannya tersebut kepada ibunya,tetapi Arya tidak dimarahi oleh ibunya.
    Arya:Ceroboh
    Dani: Provokator
    Ibu:Penyabar
    Ayah:Penasehat
    Adik adik Arya.
    Latar tempat:Di rumah dan Sekolah
    Gaya bahasa formal
    JADILAH DIRI SENDIRI JANGAN JANGAN MELAKUKAN PERBUATAN YANG TIDAK TERPUJI HANYA KARENA PROVOKASI DARI ORANG LAIN

    BalasHapus
  4. Muhammad Raihan
    Tema:Hukuman Manis Untuk Arya
    Alur:Ibu Arya adalah guru di kelasnya saat ibunya ingin mengadakan ujian matematika Arya menyontek jawaban ujian matematika tersebut.Arya ahirnya mengakui perbuatannya tersebut kepada ibunya,tetapi Arya tidak dimarahi oleh ibunya.
    Arya:Ceroboh
    Dani: Provokator
    Ibu:Penyabar
    Ayah:Penasehat
    Adik adik Arya.
    Latar tempat:Di rumah dan Sekolah
    Gaya bahasa formal
    JADILAH DIRI SENDIRI JANGAN JANGAN MELAKUKAN PERBUATAN YANG TIDAK TERPUJI HANYA KARENA PROVOKASI DARI ORANG LAIN

    BalasHapus
  5. AL GHIFARI MA'RUF
    Tema:Hukuman Manis Untuk Arya
    Alur:Ibu Arya adalah guru di kelasnya saat ibunya ingin mengadakan ujian matematika Arya menyontek jawaban ujian matematika tersebut.Arya ahirnya mengakui perbuatannya tersebut kepada ibunya,tetapi Arya tidak dimarahi oleh ibunya.
    Arya:Ceroboh
    Dani: Provokator
    Ibu:Penyabar
    Ayah:Penasehat
    Adik adik Arya.
    Latar tempat:Di rumah dan Sekolah
    Gaya bahasa formal
    JADILAH DIRI SENDIRI JANGAN JANGAN MELAKUKAN PERBUATAN YANG TIDAK TERPUJI HANYA KARENA PROVOKASI DARI ORANG LAIN

    BalasHapus
  6. Tema: kejujuran
    Alur:maju sehingga mudah untuk dipahami
    Arya: ceroboh
    Ibu Arya:baik hati ,sabar,dan pengertian
    Ayah Arya:orng yg bijak
    Astri:baik
    Dani:buruk, curang
    Latar tempat:di rumah dan sekolah
    Gaya bahasa:semi formal
    Amat:selalu bersikap jujur dan harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita perbuat,

    BalasHapus