Selasa, 16 Juni 2015

UNSUR-UNSUR PARAGRAF

 PARAGRAF


Sebuah paragaraf terdiri atas unsur-unsur yang membentuknya. Berikut adalah unsur-unsur dalam sebuah paragraf.

1. Ide Pokok

Ide pokok adalah hal yang dibahas dalam suatu paragraf atau pikiran yang menjiwai seluruh isi paragraf. Umumnya ide pokok tersurat dalam paragraf, tapi tak jarang pula dalam bentuk tersirat. Biasanya ide pokok tersurat pada bagian awal, akhir, atau awal dan akhir paragraf. Kuncinya adalah hal yang dibahas atau dijelaskan dalam paragraf itu.

Cara menemukan ide pokok dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan "apakah yang diungkapkan dalam paragraf ini?".

2. Kalimat Utama

Kalimat utama ialah tempat dimana dituangkannya ide pokok suatu paragraf. Berdasarkan letaknya, kalimat utama terletak di awal paragraf (deduktif), akhir paragraf (induktif), atau di awal dan akhir paragraf (deduktif-induktif). Selain itu ada juga paragraf yang tidak memuat kalimat utama tapi hanya mempunyai ide pokok, yaitu paragraf yang ide pokoknya tersirat dalam seluruh paragraf.

Cara menemukan kalimat utama cukup mudah dengan mengetahui ciri-cirinya yaitu terletak di awaal pada umumnya pernyataan bersifat umum, pernyataan yang masih perlu pengembangan, rincian, dan penjelasan lebih lanjut. Jika kalimat utama berbentuk kalimat majemuk bertingkat, maka ide pokoknya terletak pada induk kalimat.

3. Kalimat Penjelas

Kalimat Penjelas adalah kalimat-kalimat yang menjelaskan kalimat utama. Kalimat ini harus memiliki kesatuan yang padu, yakni semua kalimat tersebut membentuk sebuah paragraf menyatakan suatu ide pokok tertentu. Kalimat penjelas juga harus koheren, yakni memiliki hubungan dengan kalimat lain sehingga membina keutuhan paragraf.

Minggu, 14 Juni 2015

MORFOLOGI BAHASA INDONESIA

Morfologi dalam Bidang Linguistik

Pengertian
Bidang linguistik atau tata bahasa yang mempelajari kata dan proses pembentukan kata secara gramatikal disebut morfologi. Dalam beberapa buku tata bahasa, morfologi dinamakan juga tata bentukan. 
Satuan ujaran yang mengandung makna (leksikal atau gramatikal) yang turut serta dalam pembentukan kata atau yang rnenjadi bagian dari kata disebut morfem.Berdasarkan potensinya untuk dapat berdiri sendiri dalam suatu tuturan, rnorfem dibedakan atas dua macam yaitu : 
  1. morfem terikat, morfem yang tidak mempunyai potensi untuk berdiri sendiri, sehingga harus selalu hadir dengan rnengikatkan dirinya dengan modem bebas lewat proses morfologs, atau proses pembentukan kata, dan
  2. morfem bebas, yang secara potensial mampu berdiri sendiri sebagai kata dan secara gramatikal menduduki satu fungsi dalam kalimat.

    Dalam bahasa Indonesia morfem bebas disebut juga kata dasar. Satuan ujaran seperti buku, kantor, arsip, uji, ajar, kali, pantau, dan liput rnerupakan modem bebas atau kata dasar; sedang me-, pe-, -an, ke - an, di-, ,swa-, trans-, -logi, -isme merupakan morfem terikat.

    Sebuah morfem, jika bergabung dengan morfem lain, seting mengalami perubahan. Misalnya, morfem terikat me dapat berubah menjadi men-, mem-, meny-, menge-, dan menge- sesuai dengan lingkungan yang dimasuki. Variasi modem yang terjadi karena pengaruh lingkungan yang dimasuki disebut alomor
Proses morfologis adalah proses pembentukan kata dari suatu bentuk dasar menjadi suatu bentuk jadian. Proses ini , meliputi afiksasi (pengimbuhan), reduplikasi (pengulangan), dan komposisi (pemajemukan).
Sebelum diuraikan lebih lanjut tentang ketiga proses morfologis di atas perlu ditegaskan terlebih dahulu tiga istilah pokok dalam proses ini, Yaitu kata dasar, bentuk dasar, dan unsur langsung
Kata dasar :
kata yang belum berubah, belum mengalami proses morfologis, baik berupa proses penambaban imbuhan, proses pengulangan, rnaupun proses pemajemukan. 

Bentuk dasar : 
bentuk yang menjadi dasar dalam proses morfologis, dapat benupa kata dasar, kata berimbuhan, kata ulang, dan dapat pula berupa kata majemuk. 

Unsur langsung : 
bentuk dasar dan imbuhan yang membentuk kata jadian.
Afiksasi (Penambahan Imbuhan)
Dalam tata bahasa tradisional afiks disebut imbuhan, yaitu morfem terikat yang dapat mengubah makna gramatikal suatu bentuk dasar. Misalnya me- dan -kan, di- dan -kan, yang dapat mengubah arti gramatikal seperti arsip menjadi mengarsipkan, diarsipkan. 
Proses penambahan afiks pada sebuah bentuk dasar atau kata dasar imiah yang disebutafiksasi
Afiks yang terletak di awal bentuk kata dasar. seperti ber-, di-; ke-, me-, se-, pe-, per-, ter-, pre-, swa-,adalah prefiks atau awalan. 
Yang disisipkan di dalam sebuah kata dasar, seperfi -em, -er-, -el-, di-sebut infiks atausisipan
Yang terletak di akhir kata dasar, seperti -i -an, -kan, -isme, -isasi, -is, -if dan lain-lain dinamakan sufiks atau akhiran
Gabungan prefiks dan sufiks yang membenluk satu kesatuan dan bergabung dengan kata dasarnya secara serentak seperti :
ke-an pada kata keadilan, kejujuran, kenakalan, keberhasilan, kesekretarisan, pe-anseperti pada kata pemberhentian, pendahuluan, penggunaan, penyatuan, dan 
per-an sebagaimana dalam kata pertukangan, persamaan, perhentian, persatuandinamakan konfiks
Ingat, karena konfiks sudah membentuk satu kesaman, maka harus tetap dihitung satu morfem. Jadi kata pemberhentian dihitung tiga morfem, bukan empat, Bentuk dasarnyahenti, satu morfem, mendapat prefiks ber-, satu morfem, dan mendapat konfiks pe-anyang juga dihitung Satu morfem, maka semuanya tiga morfem.
Fungsi dan Arti Afiks
Tidak semua afiks dibicarakan di sini. Yang akan dibahas hanya afiks-afiks yang memiliki frekuensi kemunculan dalam soal-soal tinggi. 
  1. Prefiks me-,
    berfungsi membentuk kata kerja atau verba. Prefiks ini mengandung arti struktural.
    1. 'melakukan tindakan seperti tersebut dalam kata dasar' contoh: 
      menari, melompat, mengarsip, menanam, menulis, mencatat
      .
    2. 'membuat jadi atau menjadi' contoh : 
      menggulai, menyatai, menjelas, meninggi, menurun, menghijau, menua
    3. mengerjakan dengan alat' contoh :
      mengetik, membajak, mengail mengunci, mengetam
    4. berbuat seperti atau dalam keadaan sebagai' contoh: membujang, menjanda, membabi buta
    5. mencari atau mengumpulkan' contoh :
      mendamar, merotan.
    6. dll.
  1. Prefiks ber,
    berfungsi membentuk kata kerja (biasanya dari kata benda, kata sifat, dan kata kerja sendiri) Prefiks ini mengandung arti :
    1. 'mempunyai' contoh :
      bernama, beristri, beruang, berjanggut
    2. 'memakai' contoh :
      berbaju biru, berdasi, berbusana.
    3. melakukan tindakan untuk diri sendiri (refleksif)' contoh : berhias, bercukur, bersolek
    4. 'berada dalam keadaan' contoh :
      bersenang-senang, bermalas-malas, berpesta-ria, berleha-leha.
    5. 'saling', atau 'timbal-balik' (resiprok) contoh :
      bergelut, bertinju bersalaman, berbalasan.
    6. dll.
  1. Prefiks pe-, berfungsi membentuk kata benda.(dan kata kerja, kata sifat, dan kata benda sendiri). Prefiks ini mendukung makna gramatikal :
    1. 'pelaku tindakan seperti tersebut dalam kata dasar contoh : penguji, pemisah, pemirsa, penerjemah, penggubah, pengubah, penatar, penyuruh, penambang.
    2. 'alat untuk me...' contoh :
      perekat, pengukur, penghadang, penggaris
    3. 'orang yang gemar' contoh : 
      penjudi, pemabuk, peminum, pencuri pecandu, pemadat.
    4. 'orang yang di ...' contoh : 
      petatar, pesuruh.
    5. 'alat untuk ...' contoh :
      perasa, penglihat, penggali
      .
    6. dll.
  1. Prefiks per-, befungsi membentuk kata kerja imperatif. Mengandung arti :
    1. 'membuat jadi' (kausatif) contoh: perbudak, perhamba, pertuan.
    2. 'membuat Iebih' contoh. pertajam, perkecil, perbesar, perkuat
    3. `menbagi jadi' contoh: pertiga, persembilan dll.
  1. Prefiks di-, berfungsi membentuk kata kerja, dan menyatakan makna pasif, contoh :
    diambil, diketik, ditulis, dijemput, dikelola.
  2. Prefiks ter-, berfungsi membentuk kata kerja (pasif) atau kata sifat. Arti yang dimiliki antara lain ialah :
    1. ' dalam keadaan di ' contoh : 
      terkunci, terikat, tertutup, terpendam, tertumpuk, terlambat.
    2. ' dikenai tindakan secara tak sengaja ', contoh :
      tertinju, terbawa, terpukul.
    3. ' dapat di- ', contoh :
      terangkat, termakan, tertampung.
    4. ' paling (superlatif) ', contoh :
      terbaik, terjauh, terkuat, termahal, terburuk.
    5. dll.
  1. Prefiks ke-, berfungsi membentuk kata bilangan tingkat dan kata bilangan kumpulan, kata benda, dan kata kerja.

    Sebagai pembentuk kata benda, prefiks ke- bermakna gramatikal 'yang di ... i',atau 'yang di ... kan', seperti pada kata kekasih dan ketua.
  2. Sufiks -an, berfungsi membentuk kata benda.
    Prefiks ini mengandung arti :
    1. ' hasil ' atau ' akibat dari me- ' contoh :
      tulisan, ketikan, catatan, pukulan, hukuman, buatan,tinjauan, masukan.
    2. ' alat untuk melakukan pekerjaan ' contoh :
      timbangan, gilingan, gantungan.
    3. ' setiap ' contoh : 
      harian, bulanan, tahunan, mingguan
      .
    4. ' kumpulan ', atau ' seperti ', atau ' banyak ' contoh :
      lautan, durian, rambutan.
    5. dll.
  1. Konfiks ke-an, berfungsi membentuk kata benda abstrak, kata sifat, dan kata kerja pasif. Konfiks ini bermakna :
    1. ' hal tentang ' contoh :
      kesusastraan, kehutanan, keadilan, kemanusiaan, kemasyarakatan, ketidakmampuan, kelaziman.
    2. ' yang di...i ' contoh :
      kegemaran ' yang digemari ', kesukaan ' yang disukai ', kecintaan ' yang dicintai '..
    3. ' kena ', atau ' terkena ' contoh :
      kecopetan, kejatuhan, kehujanan, kebanjiran, kecolongan.
    4. ' terlalu 'contoh :
      kebesaran, kekecilan, kelonggaran, ketakutan.
    5. ' seperti ' contoh : 
      kekanak-kanakan, kemerah-merahan.
    6. dll.
  1. Konfiks pe-an, berfungsi membentuk kata benda. Arfi konfiks ini di antaranya ialah :
    1. ' proses ' contoh :
      pemeriksaan ' proses memeriksa ', 
      penyesuaian 
      ' proses menyesuaikan ', 
      pelebaran
       ' proses melebarkan '.
    2. ' apa yang di- ' contoh : 
      pengetahuan
       ' apa yang diketahui ', 
      pengalaman 
      ' apa yang dialami ' , 
      pendapatan 
      ' apa yang didapat '
    3. dll.


  1. Konfiks per-an, befungsi membentuk kata benda. Arti konfiks ini ialah :
    1. ' perihal ber- ' contoh : 
      persahabatan
       ' perihal bersahabat ', 
      PERDAGANGAN 
      ' perihal berdagang ',
      perkebunan
       ' perihal berkebun ', 
      pertemuan 
      ' perihal bertemu '.
    2. ' tempat untuk ber- ' contoh :
      perhentian, perburuan persimpangan, pertapaan.
    3. ' apa yang di ' contoh :
      pertanyaan, perkataan.
    4. dll.
Afiks Produktif dan Afiks Improduktif
Afiks produktif ialah afiks yang mampu menghasilkam terus dan dapat digunakan secara teratur membentuk unsur-unsur baru. 
Yang termasuk afiks produktif ialah :
me-, di-, pe-, ber-, -an, -i, pe-an, per- an,
 dan ke-an. 

Sedangkan yang termasuk afiks improduktif ialah :
sisipan -el-, -em-er-, atau akhiran -wati,

Afiks Serapan
Untuk memperkaya khazanah bahasa Indonesia, kita menyerap unsur-unsur dari bahasa daerah dan bahasa asing. Conloh afiks serapan : 
  1. dwi- :
    dwlingga, dwipurwa, dwiwarna, dwipihak, dwifungsi.
  2. pra- :
    praduga, prasangka, prasejarah, prasarana, prakiraan, prasaran, prabakti, prasetia, prawacana, prakata.
  3. swa- :
    swalayan. swadesi, swasembada, swapraja, swatantra, swadaya, swasta.
  4. awa- :
    awamang, awagas, awabau, awaracun, awalengas.
  5. a-, ab- :
    asusila, amoral, ateis, abnormal.
  6. anti- :
    antipati, antiklimaks, antitoksin, antihama, antiseptik
  7. homo- :
    homogen, homoseks, homofon, homonim, homograf, homorgan.
  8. auto- : autodidak, autokrasi, autobiografi, automobil, autonomi.
  9. hipo- :
    Hiponim,hipotesis, hipokrit, hipovitaminosis.
  10. poli- :
    polisemi, poligami, poliandri, polisilabis, poliklinik
  11. sin- :
    sintesis, sinonim, sintaksis, sinkronis, simpati, simposium
  12. tele- :
    telepon, telegraf, telegram, telepati, teleskop, teleks.
  13. trans- :
    transaksi, transisi, transportasi, transkripsi, transmisi, transliterasi, transfirmasi, transmigrasi,transfer, transitif.
  14. inter- :
    interaksi, interelasi, interupsi, internasional, intersuler, intermeso, interlokal, dan lain - lain.
  15. isasi- :
    modernisasi, tabletisasi, pompanisasi, kuningisasi, dan lain-lain



Reduplikasi (Pengulangan
Reduplikasi adalah proses pembentukan kata dengan cara mengulang bentuk dasar. Ada beberapa macam reduplikasi, sebagai berikut :
  1. Kata ulang penuh, yaitu yang diperoleh dengan mengulang seluruh bentuk dasar ; ada dua. macam :
    1. Yang bentuk dasarnya sebuah morfem bebas, disebut dwilingga :
      ibu-ibu, buku-buku, murid-murid
    2. Yang bentuk dasarnya kata berimbuhan :
      ujian-ujian, kunjungan-kunjungan, persoalan-persoalan
  1. Dwipurwa, yang terjadi karena pengulangan suku pertama dari bentuk dasarnya :
    reranting, lelaki, leluhur, tetangga, kekasih, lelembut

    Di antara dwipurwa ada yang mendapat akhiran, seperti kata ulang pepohonan, rerumputan, dan tetanaman.
  2. Dwilingga salin suara adalah dwilingga yang mengalami perubahan bunyi :
    sayur-mayur, mondar-mandir, gerak-gerik, bolak-baliki,seluk-beluk, compang-camping, hingar-bingar, hiruk-pikuk, ramah-tamah, serba-serbi, serta-merta
    , dan lain-lain.
  3. Kata ulang berimbuhan :
    berjalan-jalan, anak-anakan, guruh-gem uruh, rias-merias, tulis-menulis, berbalas-balasan, kekanak-kanakan, mengulur-ulur, meraba-raba, menjulur-julurkan
    , dan lain-lain.
  4. Kata ulang semu ( bentuk ini sebenarnya merupakan kata dasar, jadi bukan hasil pengulangan atau redupikasi ) :
    laba-laba, ubur-ubur, undur-undur, kupu-kupu, dan empek-empek
Arti Reduplikasi
Reduplikasi menyatakan arti antara lain sebagai berikut:
  1. 'Jamak'Murid-murid berkumpul di halaman sekolah.  Di perpusatakaan terdapat buku-bukupelajaran.
  2. 'intensitas kualitatif'Anto menggandeng tangan Anti erat-erat.  Baju yang dijual di toko itu bagus-bagus.
  3. 'intensitas kuantitatif'Berjuta-juta penduduk Bosnia menderita akibat perang berkepanjangan.  Kapal itu mengangkut beratus-ratus peti kemas.
  4. 'intensitas frekuentatif'Orang itu berjalan mondar-mandir.  Pada akhir bulan ini ayah pergi-pergi saja.  Berkali-kali anak itu dimarahi ibunya.
  5. 'melemahkan'Warna bajunya putih kehijau-hijauan.  Wati tersenyum kemalu-maluan melihat calon mertuanya datang.
  6. 'bermacam-macam'Pepohonan menghiasi puncak bukit itu.  lbu membeli buah-buahan. Sayur-mayurdijual di pasar itu.
  7. 'menyerupai'Tingkah laku orang itu kekanak-kanakan. Orang-orangan dipasang di tengah sawah.  Adik bermain mobil-mobilan.
  8. 'resiproks (saling)'Mereka tolong-menolong menggarap ladang.  Kedua anak itu berpukul-pukulansetelah cekcok mulut
  9. 'dalam keadaan'Dimakannya singkong itu mentah-mentah.  Pada zaman jahiliyah banyak orang dikubur hidup-hidup.
  10. 'walaupun meskipun'Kecil-kecil, Mang Memet berani juga melawan perampok itu.
  11. 'perihal'Ibu-ibu PKK di Kampung Bugis menyelenggarakan kursus masak-memasak danjahit-menjahit.  Sekretatis di kantor kami bukan hanya menangani surat-menyurat,tetapi juga pembukuan dan daftar gaji pegawai.
  12. 'seenaknya, semaunya atau tidak serius'
    Saya melihat tiga orang remaja duduk-duduk di hawah pohon Kerjanya hanya tidur-tiduran saja.  Adik membaca-baca majalah di kamar.
  13. 'tindakan untuk bersenang-senang'Mereka makan-makan di restoran tadi malam
Komposisi
Komposisi ialah proses pembentukan kata majemuk atau kompositum. Kata majemukialah gabungan kata yang telah bersenyawa atau membentuk satu kesatuan dan menimbulkan arti baru, contoh : kamar mandi, kereta api, rumah makan, baju tidur
Gabungan kata yang juga membentuk satu kesatuan, tetapi tidak menimbulkan makna baru disebut frase, contoh: sapu ijuk, meja itu, kepala botak, rambut gondrong, mulut lebar. 
Jenis kata Majemuk
  1. Kata majemuk setara, yang masing-masing unsurnya berkedudukan sama, contoh :
    tua muda, laki bini, tegur sapa, besar kecil, ibu bapak, tipu muslihat
     dan baik buruk
  2. Kata majemuk bertingkat, yaitu yang salah satu unsurnya menjelaskan unsur yang lain. Jenis kata majemuk itu bersifat endosentris, yakni salah satu unsurnya dapat mewakili seluruh konstruksi, contoh :
    kamar mandi, sapu tangan, meja gambar
    , dan meja tulis.
Kelas Kata
Kata ialah satuan bahasa terkecil yang mengandung arti, baik arti leksikal maupun arti gramatikal, dan yang dapat berdiri sendiri serta dapat dituturkan sebagai bentuk bebas. 
Ada dua jenis kata: kata dasar, yakni kata yang belum mengalami proses morfologis, dan kata jadian, yakni kata yang sudah mengalami proses morfologis. 
Yang termasuk kata jadian ialah kata berimbuhan, kata ulang, dan kata majemuk. 
Kata dasar sering juga dinamakan kata tunggal, yaitu kata yang hanya terdiri atas satu morfem, sedangkan kata Jadian yang terdiri atas beberapa morfem, disebut juga kata kompleks. 
Kelas kata ialah pengelompokan kata berdasarkan perilaku atau sifat kata tersebut dalam kalimat. Kata-kata yang memiliki sifat atau perilaku sama dikelompokkan dalam satu kelas kata. Misalnya: 
la tidak belajar.       Ia bukan pelajar.    Ia agak tinggi.
Ia tidak membaca.   Ia bukan pemalas.  Ia lebih tinggi.
la tidak bekerja.      Ia bukan guru.       Ia paling tinggi.
Kata belajar, membaca, bekerja mempunyai perilaku sama, dan karena itu ketiga kata tersebut dikelompokkan menjadi satu kelas kata. Sebaliknya kata pelajar berbeda dari kata belajar; terbukti bahwa kata pelajar tidak dapat ditempatkan setelah kata tidak. Selanjutnya kata belajar maupun pelajar berbeda dari kata tinggi; terbukti bahwa kedua kata itu tidak dapat didahului oleh kata agak, lebih atau paling. 
Berdasarkan perilakunya seperti di atas, kata belajar, membaca, dan bekerjadikelompokkan ke dalam satu kelas kata kerja. Kata pelajar, pemalas, guru digolongkan ke dalam kelas kata benda. Sedang kata-kata yang sama dengan kata tinggidikelompokkan menjadi satu kelas kata sifat. Selain ketiga kelas tersebut terdapat kelas lain, yakni kelas kata tugas .
Kata Benda
Kata benda disebut juga nomina (substantiva), yaitu semua kata yang dapat diterangkan atau yang diperluas dengan frase yang + kata sifat. Misalnya : 
  • bunga yang indah,
  • sekretaris yang terampil,
  • guru yang bijaksana,
  • siswa yang cendekia,
  • Tuhan yang Maha Esa,
  • udara yang segar,
  • persoalan yang rumitl,
  • perjanjian yang gagal,
  • keadilan yang rapuh.
    Semua kata yang tercetak miring adalah nomina.
Dalam sebuah wacana, sering kata benda diganti kedudukannya oleh kata yang lain. Misalnya:

"Kemarin Amir, mengatakan kepada Hendro dan Herman bahwa Amir akan menemui Hendro dan Herman di tempat yang sama".

yang sering dan lebih wajar jika dituturkan kembali menjadi:

"Kemarin Amir mengatakan kepada Hendro dan Herman bahwa dia akan menemui mereka di tempat yang sama'.

Kata dia yang menggantikan Amir dan mereka yang menggantikan Hendro dan Herman adalah kata ganti atau pronomina.

Dalam tata bahasa tradisional kata benda dibedakan atas: 

  1. Kata benda abstrak,seperti kejujuran.
  2. Kata benda konkret, misalnya gedung.
  3. Kata benda nama diri, yang huruf awalnya selalu ditulis dengan huruf kapital, misalnya Amir Kata benda kumpulan, seperti regu, masyarakat, tim, kelas, keluarga.
Selanjutnya kata ganti juga dibedakan atas beberapa subkelas : 
  1. Kata ganti orang : dia, mereka, engkau, saudara, anda.
  2. Kata ganti tunjuk : ini, itu.
  3. Kata ganti hubung: yang, tempat, serta.
  4. Kata ganti tanya : apa, siapa, kapan, berapa.
Kata Kerja
adalah Semua kata yang dapat diperluas atau dijelaskan dengan frase dengan + kata sifat, misalnya :
  • membaca dengan lancar,
  • belajar dengan sungguh-sungguh,
  • berpakaian dengan rapi,
  • makan dengan lahap,
  • berjalan dengan santai,
  • tidur dengan nyenyak,
     


Kata kerja atau verba dibedakan atas :
  1. Kata kerja transitif,
    yaitu kata kerja yang memadukan objek, contoh :
    membeli, memikirkan, mengutarakan, membahas, menertawakan, memahami, menanamkan.

    Antara verba transitif dengan objek langsung tidak boleh disela oleh preposisi atau kata depan. Jadi bentuk ujaran seperti : "Panitia membicarakan tentangKEUANGANtidak benar atau rancu. Kalimat di atas dapat dibakukan dengan menghilangkan kata tentang.
  2. Kata kerja transitif ganda,
    ialah kata kerja yang memerlukan objek dua, contoh: membelikan, danmembawakan dalam kalimat 
    a. Ayah membelikan adik sepeda mini;
    b. Kakak membawakan kakek barang bawaannya.
  3. Kata kerja intransitif, ialah kata kerja yang tidak memerlukan objek, contoh : 
    berlari, berdiri, tertawa, menyanyi, merokok, melamun.
  4. Kata kerja reflektif,
    yang menyatakan tindakan untuk diri sendiri, contoh : 
    bersolek, berhias, bercukur, bercermin, mengaca.
  5. Kata kerja resiproks,
    yang menunjukkan tindakan atau perbuatan berbalasan atau menyatakan makna saling, contoh :
    bergelut, berpandangan, bergandengan, bertinju, pukul-memuku,l surat-suratan, senggol-senggolan.
    Sehubungan dengan kata kerja ini, kita sering membuat kesalahan dengan menambahkan kata saling di depan kata kerja ini, misalnya:
    saling tolong-menolong, saling bergandengan, saling bertinju.

    Semua bentuk pengungkapan tersebut salah atau rancu, dan dapat dibetulkan dengan menghilangkan kata saling, atau mengubah menjadi saling menolong, saling menggandeng, saling meninju.
  6. Kata kerja instrumental,
    yang menunjuk sarana perbuatan : 
    mengetik, bermotor, bersepeda, membajak,
     dan mengetam.
  7. Kata kerja aktif, 
    yang subjeknya melakukan tindakan seperti yang dimaksud. Biasanya berawalanme- atau ber-, contoh :
    menyanyi, mengungkit, berdebat, dan bermalam.
  8. Kata kerja pasif,
    yang subjeknya menjadi sasaran dari tindakan dimaksud. Biasanya berawalan di-, ter- dan berimbuhan ke- an. contoh :
    dibahas, diminati, diulang, terpukul, tertindas, kecopetan. 

    Kata kerja yang menduduki fungsi predikat disebut kata kerja finit (predikatif), sedang kata kerja yang berfungsi nominal atau berfungsi sebagai kata benda, yang menduduki fungsi subjek atau objek, dinamakan kata kerja infinit (substantiva). Misalnya dalam kalimat : 
    Belajar itu penting dan la belalar membaca. Belajar
     dan membaca adalah verba lnfinit.
Kata Sifat
Semua kata yang dapat diperluas dengan kata lebih, paling, sangat, atau mengambil bentuk se-reduplikasi-nya, adalah kata sifat. Kata ini disebut juga adjektiva, contoh :

lebih cermat, agak membosankan, sangat cantik, semahal-mahalnya
lebih bijaksana, paling enak, sangat mahal, sebaik-baiknya
lebih bahagia, tua sekali, sangat pandai, sejelek-jeleknya
paling menarik, cantik sekali, kurang berharga, seteliti-telitinya


Kata sifat dikatakan berfungsi atributif jika digunakan untuk menjelaskan kata benda, dan kata sifat tersebut bersama-sama dengan kata bendanya membentuk frase nominal. Jika digunakan sebagai predikat sebuah kalimat ia dikatakan berfungsi predikatif Perhatikan contoh berikut :

(1) Mahasiswa baru itu sedang mengikuti penataran P4. 
(2) Buku itu baru.

Kata baru dalam kalimat (1) berfungsi atributif, sedangkan dalam kalimat (2) berfungsipredikatif. 

Kata Tugas
Kata yang berfungsi total, memperluas atau mentransformasikan kalimat dan tidak dapat menduduki jabatan-jabatan utama dalam kalimat, seperti kata dan, di, dengan, dll. dikelompokkan ke dalam kelas kata tugas. Yang termasuk kata tugas ialah :

(1) Kata depan atau preposisi : di, ke, dari
(2) Kata hubung atau konjungsi : dan, atau, karena, dengan
(3) Kata sandang atau artikula : si, sang, para, kaum
(4) Kata keterangan atau adverbia : sangat, selalu, agak, sedang,
     secepat-cepatnya 


1. Ciri - ciri Kata Tugas 

  1. Tidak dapat berdiri sendiri sebagai tuturan yang bebas.
  2. Tidak, pernah mendapat imbuhan atau mengalami afiksasi.
    Perhatikan, kata ke, dari, di, tetapi, telah, akan, dsb., tidak mengalami afiksasi !
  3. Berfungsi menyatakan makna gramatikal kalimat. Sebuah kalimat akan berubah artinya jika kata tugasnya diganti dengan kata tugas yang lain. Perhatikan contoh di bawah ini :
    1. Herman sedang mandi
    2. Herman sudah mandi
    3. Herman belum mandi
    4. Herman akan mandi
    5. Herman selalu mandi
    6. Herman pernah mandi
  4. Jumlah kata tugas hampir tidak, berkembang karena sifat keanggotaannya tertutup. Ini berbeda sekali dengan kata benda, kata kerja atau kata sifat yang terus berkembang dan diperkaya oleh kata-kata baru.
2. Fungsi Kata Tugas
Fungsi kata tugas ialah untuk menperluas atau menyatakan hubungan unsur-unsur kalimat dan menyatakan makna gramatikal atau arti struktural kalimat tersebut. Secara terinci kata tugas berfungsi untuk menunjukkan hubungan : 

  1. arah : di, ke, dati
  2. pelaku perbuatan : oleh
  3. penggabungan : dan, lagi, pula, pun, serta, tambahan
  4. kelangsungan : sedang, akan, sudah, belum, pernah, sesekali
  5. waktu : ketika, tatkala, selagi, waktu, saat, sejak
  6. pemilihan : atau
  7. pertentangan : tetapi, padahal, namun, walaupun, meskipun, sedangkan
  8. pembandingan : seperti, sebagai, penaka, serasa, ibarat, bagai, daripada, mirip, persis
  9. persyaratan : jika, asalkan,kalau,jikalau,sekiranya, seandainya, seumpama, asal
  10. sebab : sebab, karena, oleh karena
  11. akibat : hingga, sehingga, sampai-sampai, sampai, akibatnya
  12. pembatasan : hanya, saja, melulu, sekadar, kecuali
  13. pengingkaran : bukan, tidak, jangan
  14. peniadaan : tanpa
  15. penerusan : maka, lalu, selanjutnya, kemudian
  16. penegasan : bahwa, bahwasanya, memang
  17. derajat : agak, cukup, kurang, lebih, amat, sangat, paling
  18. tujuan : agar, biar, supaya, untuk
  19. peningkatan : makin, semakin, kian, bertambah
  20. penyangsian : agaknya, kalau-kalau, jangan-jangan
  21. pengharapan : moga-moga, semoga, mudah-mudahan, sudilah
  22. orangan : sang, si, yang, para, kaum
  23. menjelaskan : ialah, adalah, yaitu, yakni, merupakan
Kata tugas yang menyatakan hubungan arah di dan ke, yang merupakan kata yang penuh berdiri sendiri dan dipisahkan dari kata yang mengikuti, sering dikacaukan dengan prefiksdi- dan ke- yang harus digabung dengan bentuk dasarnya.

Perhatikan perbedaan berikut:
  • di sini , ke sini, ditulisi, kedua
  • di sana, ke samping, dikemukakan, kegemaran
  • di dalam, ke luar daerah, dikelilingi, kekasih
  • di bawah, ke Surabaya, dikeluarkan, kedalaman
  • di luar kota, ke utara, diutarakan, keringanan

MANFAAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Manfaat TIK dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa
TIK mempunyai pengaruh yang cukup berarti terhadap proses dan hasil pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas. TIK telah memungkinkan terjadinya individuasi, akselerasi, pengayaan, perluasan, efektivitas dan produktivitas pembelajaran yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pendidikan sebagai infrastruktur pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Melalui penggunaan TIK setiap siswa akan terangsang untuk belajar maju berkelanjutan sesuai dengan potensi dan kecakapan yang dimilikinya.
Wahyu Wibowo, mengatakan bahwa berpikir kritis dipercaya sebagai keterampilan aktif seorang penulis dalam menginterpretasi dan mengevaluasi ihwal observasi, komunikasi, dan argumentasi yang dibangunnya.
Pembelajaran dengan menggunakan TIK menuntut keterampilan, kreativitas dan kemandirian diri sehingga memungkinkan mengembangkan semua potensi yang dimilikinya. Keterampilan, kreativitas dan kemandirian sangat diperlukan untuk mampu beradaptasi dengan berbagai tuntutan. Kreativitas sangat diperlukan dalam hidup ini dengan beberapa alasan antara lain:
Pertama, kreativitas memberikan peluang bagi individu untuk mengaktualisasikan dirinya,
Kedua, kreativitas memungkinkan orang dapat menemukan berbagai alternatif dalam pemecahan masalah,
Ketiga, kreativitas dapat memberikan kepuasan hidup,
Keempat, kreativitas memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya.
Kreativitas merupakan kemampuan berfikir yang memiliki kelancaran, keluwesan, keaslian, dan perincian. Kreativitas ditandai dengan motivasi yang kuat, rasa ingin tahu, tertarik dengan tugas majemuk, berani menghadapi resiko, tidak mudah putus asa, menghargai keindahan, memiliki rasa humor, selalu ingin mencari pengalaman baru, menghargai diri sendiri dan orang lain, dsb. Karya-karya kreatif ditandai dengan orisinalitas, memiliki nilai, dapat ditransformasikan, dan dapat dikondensasikan.
Kemandirian sangat diperlukan dalam kehidupan yang penuh tantangan ini sebab kemandirian merupakan kunci utama bagi individu untuk mampu mengarahkan dirinya ke arah tujuan dalam kehidupannya. Kemandirian didukung dengan kualitas pribadi yang ditandai dengan penguasaan kompetensi tertentu, konsistensi terhadap pendiriannya, kreatif dalam berfikir dan bertindak, mampu mengendalikan dirinya, dan memiliki komitmen yang kuat terhadap berbagai hal.
Dengan memperhatikan ciri-ciri keterampilan, kreativitas dan kemandirian tersebut, maka dapat dikatakan bahwa TIK memberikan peluang untuk berkembangnya keterampilan, kreativitas dan kemandirian siswa. Pembelajaran dengan dukungan TIK memungkinkan dapat menghasilkan karya-karya baru yang orsinil, memiliki nilai yang tinggi, dan dapat dikembangkan lebih jauh untuk kepentingan yang lebih bermakna. Melalui TIK siswa akan memperoleh berbagai informasi dalam lingkup yang lebih luas dan mendalam sehingga meningkatkan wawasannya. Hal ini merupakan rangsangan yang kondusif bagi berkembangnya kemandirian anak terutama dalam hal pengembangan keterampilan, kompetensi, kreativitas, kendali diri, konsistensi, dan komitmennya baik terhadap diri sendiri maupun terhadap pihak lain.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang dalam hal ini kita sebut Komputer akan terus berkembang dengan pesatnya baik itu Perangkat Kerasnya (Hardware) maupun Perangkat Lunaknya (Software). Sudah banyak kita lihat dan dengar di semua bidang sudah menggunakan komputer yang sangat membantu pekerjaan manusia. Sebagai contohnya pemeriksaan jawaban UN
Menurut Sunarto, mengatakan bahwa komputer dapat memberikan kemudahan dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru, misalnya membuat tugas karya ilmiah. Komputer membantu proses belajar mengajar dalam menyediakan modul pembelajaran. Keuntungan komputer bagi guru diantaranya: memudahkan guru membuat sumber belajar yang atrakif dan menarik, memudahkan guru dalam membuat program pembelajaran siswa, memudahkan guru melakukan perhitungan penilaian bagi siswa, dan memudahkan guru dalam membuat modul belajar.
Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK ) secara umum diartikan sebagai teknologi yang memiliki fungsi penunjang proses penyampaian informasi dan komunikasi. Dengan berkembangnya TIK, para pengirim dan penerima pesan dapat berkomunikasi dan berinteraksi melalui telepon, melalui internet, email, satelit, televise, video conference,dsb.Hal ini juga berlaku dalam pembelajaran bahasa. Dalam pembelajaran bahasa terjadi komunikasi antara pengajar (guru) dan siswa, proses pembelajaran tidak harus mempertemukan guru dan siswa dalam satu ruangan atau tempat tertentu secara langsung. Sebagai contoh, guru dapat   memanfaatkan media TIK melalui video conference, yang memungkinkan guru mengajar atau memantau siswa yang sedang belajar dengan melihat dan berkomunikasi secara langsung meskipun guru tidak bersama-sama dengan siswa diruang / tempat yang sama.
Dalam konteks tertentu TIK dapat juga berperan sebagai “guru” atau “tutor”. Dalam pembelajaran bahasa, berbagai pihak seringkali menganggap bahwa mengajarkan tata bahasa (grammar) merupakan pemborosan waktu (waste of time) dan bahkan membosankan (boring). Pemanfaatan TIK-komputer sebagai sarana untuk menunjang pembelajaran tata bahasa, memberikan kenyamanan tersendiri baik bagi guru maupun siswa. Setelah program selesai dirancang, guru tidak perlu setiap kali menjelaskan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa terkait dengan tatabahasa tertentu, karena siswa dapat mempelajari  tata bahasa melalui program pembelajaran bahasa menggunakan komputer sesuai dengan ketertarikan, kebutuhan, dan waktu yang dimiliki oleh siswa tanpa harus merasa malu saat siswa membuat kesalahan dalam menjawab soal-soal latihan dan mereka dapat mempelajari kembali materi dan latihan yang belum mereka pahami.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bukan merupakan teknologi yang berdiri sendiri, tetapi merupakan kombinasi dari hardware dan software. Hal penting yang harus diperhatikan dalam memanfaatkan TIK sebagai media pembelajaran yaitu hardware dan software yang tersedia dan jenis metode pembelajaran yang akan digunakan. Beberapa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran diantaranya presentasi, demonstrasi, eksperimen virtual, dan kelas virtual. Presentasi merupakan cara yang sudah lama digunakan, yang sekarang telah berkembang dari pemakaian OHP menjadi komputer/laptop dan LCD proyektor.
Ada beberapa keuntungan jika kita memanfaatkan TIK diantaranya kita bisa menampilkan animasi dan video, sehingga tampilannya menjadi lebih menarik dan memudahkan siswa untuk menangkap materi yang disampaikan. Pada zaman ini contohnya kita menggunakan software yang paling banyak digunakan untuk presentasi yakni Microsoft Powerpoint. Pada presentasi pun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan bahan presentasi, diantaranya: jangan terlalu banyak tulisan yang harus ditampilkan agar mudah mengertinya, tulisan jangan terlalu kecil supaya tidak sulit dilihat, perbanyak memasukkan gambar dan animasi agar menarik dan memotivasi untuk belajar, dan usahakan bentuk presentasi yang interaktif agar peserta belajar bisa mudah memahami.
Dengan berkembangnya penggunaan TIK diharapkan akan ada pergeseran-pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line”, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” seperti kelas virtual.
Untuk dapat memanfaatkan TIK dalam memperbaiki mutu pembelajaran, ada tiga hal yang harus diwujudkan yaitu (1) siswa dan guru harus memiliki akses kepada teknologi digital dan internet dalam kelas, sekolah, dan lembaga pendidikan guru, (2) harus tersedia materi yang berkualitas, bermakna, dan dukungan kultural bagi siswa dan guru, dan (3) guru harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam menggunakan alat-alat dan sumber-sumber digital untuk membantu siswa agar dapat mencapai standar akademik.
Keuntungan penggunaan media dalam pembelajaran adalah:
1)Membangkitkan ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat konseptual, sehingga mengurangi kesalahpahaman siswa dalam mempelajarinya.
2) Meningkatkan minat siswa untuk materi pelajaran.
3) Memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas diri sendiri untuk belajar.
4) Dapat mengembangkan jalan pikiran yang berkelanjutan.
5) Menyediakan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah didapat melalui materi-materi yang lain dan menjadikan proses belajar mendalam dan beragam. Sehingga pembuatan media pembelajaran diperlukan untuk proses pelaksanaan pembelajaran dan proses berpikir siswa.
Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK ) secara umum diartikan sebagai teknologi yang memiliki fungsi penunjang proses penyampaian informasi dan komunikasi. Sejalan dengan berkembangnya teknologi, TIK dengan dukungan sistem dan jaringan (network) komputer memungkinkan manusia untuk berkomunikasi dengan melihat fisik maupun mendengar suara secara langsung meskipun pihak-pihak yang berkomunikasi berada ditempat yang berbeda.
Faktor-faktor penunjang pemanfaatan media TIK dalam pembelajaran seperti:
1.Tingginya motivasi warga sekolah yang ingin maju dan ingin selalu mengikuti perkembangan IPTEK terutama TIK,
2.Dukungan yang tinggi dari seluruh warga sekolah, termasuk komite sekolah, serta pemerintah daerah untuk mewujudkan ketersediaan media TIK yang memadai di sekolah.
3.Tersedianya aliran arus listrik yang memadai hampir di seluruh sekolah, meskipun ada beberapa daerah yang belum mendapat aliran listrik dan masih menggunakan generator sebagai pembangkit listrik,
4.Tersedianya buku penunjang penggunaan media TIK dalam pembelajaran, walaupun masih terbatas jumlahnya,
5.Tersedianya jaringan internet, terutama di sekolah-sekolah yang sudah mandiri di perkotaan.
Faktor-faktor penghambat (kendala) yang mempengaruhi pemanfaatan media TIK dalam menunjang pembelajaran antara lain sebagai berikut:
1.Secara keseluruhan, jumlah media TIK yang tersedia di sekolah masih terbatas;
2.Masih banyak guru yang gagap teknologi dan belum mampu betul mengoprasikan media TIK yang tersedia di sekolah;
3.Masih kurangnya pelatihan-pelatihan pembelajaran dengan menggunakan TIK
4.Di beberapa daerah tertentu arus listrik padam atau berubah-ubah (naik turun voltasenya)
Dalam dunia pendidikan peran TIK makin signifikan sampai ke daerah-daerah walaupun masih ada kendala-kendala terutama yang dihadapi oleh guru, tetapi pemanfaatan TIK dalam pembelajaran mendapat perhatian serius dari pelaksana pendidikan (stakeholder)nya.
Hal tersebut disimpulkan oleh Sri Artini, yang mengatakan bahwa komputer telah menjadi teknologi penting di sekolah. Penggunaan komputer tidak saja dirasakan manfaatnya oleh guru, tetapi juga oleh para siswa. Dengan komputer pembelajaran di sekolah menjadi mudah dan menyenangkan. Siswa dapat mempelajari berbagai program aplikasi komputer, seperti, program pengolah gambar, pengolah kata, dan pengolah angka. Selain itu siswa juga dapat mencari berbagai informasi melalui internet untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah.
Saat ini TIK berkembang pesat dan terus mengalami berbagai perubahan. Oleh karena itu pembelajaran TIK di sekolah sangat penting. Pembuatan sebuah blog merupakan sebuah motivasi siswa dalam menulis yang dapat mencurahkan  ide-ide yang berkaitan dengan pendidikan dan  pengajaran. Berbagai  pengalaman  yang  dituliskannya  dalam  blog diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi dan membangkitkan motivasi para pembaca agar lebih bersahabat dengan TIK.
Lia Kuswayatno, mengatakan bahwa jika kamu gemar menulis, seperti cerpen, novel atau sekadar menulis pengalaman sehari-hari, beberapa perangkat komputer akan membantu pekerjaanmu menjadi lebih mudah. Keuntungan memanfaatkan program ini diantaranya: naskah dapat ditulis tersusun rapi, mudah mengoreksi jika terjadi kesalahan penulisan, dan dapat menggunakan berbagai jenis huruf ataupun menyisipkan aneka bentuk gambar.
Menulis pada dasarnya bukan hanya sekedar menuangkan isi pikiran ke dalam bentuk tulisan, tetapi lebih pada proses kreatif dalam menuangkan gagasan ke dalam wacana agar dapat dibaca, dipahami dengan mudah, dan lebih dari itu menarik untuk dibaca.
Untuk dapat menulis dengan baik, siswa terlebih dahulu dilatih untuk memiliki kreativitas dalam menulis. Dengan memiliki kemampuan menulis, siswa diharapkan dapat mengekspresikan diri, melakukan sosialisasi, promosi dan berbagi kepada sesama. Salah satu media yang dapat digunakan untuk menumbuhkan minat siswa dalam menulis adalah dengan cara mengelola blog yang ter up-date dengan baik.
Untuk mewujudkan hal di atas diperlukan minat dan krativitas, karena minat dan kreativitas begitu penting dalam hidup manusia. Tanpa minat dan kreativitas manusia tidak akan mampu bertahan menghadapi perubahan yang semakin cepat. Salah satu bentuk minat dan krativitas itu dapat dituangkan dalam bentuk menulis.
Menulis adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengungkapkan gagasan atau ide kedalam bentuk tulisan. Sebenarnya dalam proses pembelajaran, mata pelajaran apa pun, ada kegiatan-kegiatan yang menuntut siswa untuk menulis. Menjawab pertanyaan pemahaman secara tertulis berkaitan dengan topik bahasan, membuat catatan sendiri, membuat rangkuman atau membuat laporan adalah kegiatan-kegiatan menulis yang biasa dilakukan di dalam proses pembelajaran. Terlebih dalam pembelajaran bahasa, baik pelajaran bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, siswa belajar tentang teori-teori menulis dengan sedikit praktik menulis. Namun, ternyata kegiatan-kegiatan tersebut tidak serta merta menjadikan siswa terampil menulis.
Blog adalah publikasi sederhana naskah-naskah yang ditata berdasarkan urutan waktu seperti layaknya sebuah jurnal atau catatan harian. Sistem yang dipakai dikenal dengan CMS (Content Management System). CMS biasa dipakai sebagai tempat dimana seseorang dapat menciptakan, memberikan informasi dan berkomunikasi antar sesama di seluruh dunia. Blog adalah situs web yang mudah digunakan tanpa dituntut paham bahasa HTML (Hypertext Markup Language), dimana seseorang dapat dengan cepat memposting pemikirannya sendiri, berinteraksi dengan orang lain, dan banyak lagi yang semuanya serba gratis. Keterampilan yang dibutuhkan hanyalah kemampuan menulis atau mengetik dengan komputer.
Blog diinternet baik sekali manfaatnya, yakni menumbuhkan kreativitas dalam keterampilan menulis. Blog ibarat buku tulis atau buku agenda kosong yang siap untuk diisi dengan tulisan orisinil. Dengan blog seseorang dituntut untuk kreatif membuat tulisan-tulisan sendiri yang enak dibaca, bermanfaat untuk orang lain, dan mengundang orang lain untuk beramai-ramai datang ke blognya untuk saling berinteraksi dan memberikan komentar. Kegiatan ngeblog bukan sekadar menjadi kegiatan menghabiskan waktu luang yang sia-sia apabila dilakukan secara optimal. Menulis dan menerbitkan naskah di blog akan sangat bermanfaat bagi si penulisnya maupun si pembacanya.
Blog telah menjadi tren perkembangan TIK berbasis internet saat ini. Bahkan blog sudah banyak diperlombakan oleh berbagai lembaga. Aplikasi blog juga terbukti sangat membantu guru dalam mengembangkan pembelajaran di sekolah. Dengan blog, guru dapat memasukkan materi pelajarannya dengan suasana yang berbeda dari membaca buku teks, sehingga siswa dapat belajar mandiri dari blog yang dibuat guru. Proses pembelajaran akan terjadi, bila blog yang dibuat guru mengundang dan menarik siswa dalam membacanya, sehingga terjadi interaksi antara siswa dan guru. Karenanya, guru pun harus dapat mengajarkan siswa membuat blog di internet. Proses kreatif akan muncul dari pembuatan blog yang sangat interaktif ini. Melalui pembuatan blog akan terlihat kreativitas menulis siswa dan guru.
Kenyataan yang ada di kelas-kelas, peserta didik kurang banyak membaca dan mendengar sehingga mereka kurang mampu menulis dengan baik. Menulis seolah menjadi beban berat yang sangat sulit dilakukan. Mereka lebih senang bermain games dan berchating ria juga  bertukar foto di friendster atau facebook. Friendster, facebook, dan games telah berhasil menarik siswa ke dalam pembelajaran yang mengundang siswa untuk aktif daripada menulis. Padahal menulis adalah sebuah kreativitas yang dapat dimunculkan apabila seseorang sering berpikir dan terus berlatih menulis dalam proses pembelajaran.
Dalam bidang pendidikan, khususnya pembelajaran bahasa Indonesia, ada beberapa aspek kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis sastra dan kebahasaan. Dalam pelaksanaannya, aspek-aspek tersebut seharusnya mendapat porsi yang seimbang dan terpadu. Keempat aspek tersebut dapat dimiliki oleh siswa melalui proses pemahiran yang dilatihkan dan dialami, sesuai dengan perkembangan siswa untuk mahir berkomunikasi dan memecahkan masalah.
Keempat aspek keterampilan berbahasa tersebut menjadi landasan pembelajaran sejak SD hingga perguruan tinggi. Setiap pembelajar diberdayakan kompetensinya untuk menguasai keempat aspek tersebut (meskipun sulit mencari orang yang menguasai keempatnya). Dikaitkan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, aspek keterampilan berbahasa menjadi komponen menarik untuk menerapkannya. Suatu teknologi ditemukan dan dikembangkan untuk kemaslahatan umat manusia. Dengan teknologi segala hajat hidup dapat dilakukan dengan cara yang efektif dan efisien. Bahkan, para pemakai bahasa pun dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kompetensi berbahasa, baik secara reseptif maupun produktif.
Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus diajarkan pada siswa. Keterampilan menulis mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan menulis merupakan syarat untuk berkecimpung dalam berbagai bidang atau kegiatan. Hal ini mengandung pengertian betapa pentingnya keterampilan dan kemampuan menulis dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran menulis, ternyata mampu meningkatkan hasil belajar bahasa.
Teknologi merupakan produk kreatif manusia untuk memenuhi berbagai keperluan hidup secara efektif. Saat ini teknologi informasi termasuk karya besar manusia untuk mengejawantahkan segala keinginannya. Internet sebagai bagian dari produk teknologi informasi berkembang pesat dan telah membawa perubahan yang luar biasa pada segala aspek kehidupan manusia. Tak pelak lagi internet telah mempengaruhi pola berkomunikasi antarmanusia dalam dunia maya. Melalui internet setiap orang dapat berkomunikasi. Bahkan, dunia pendidikan pun tidak luput untuk memanfaatkannya sehingga kelas maya dapat tercipta.
Istilah internet sebenarnya merupakan singkatan dari interconnected networking yang berarti jaringan-jaringan komputer yang saling terhubung.  Dari definisi tersebut, gabungan beberapa jaringan di beberapa gedung pun dapat juga disebut sebagai internet.  Namun perlu diingat pula bahwa istilah internet mengacu pada gabungan jaringan komputer di seluruh dunia, jadi yang dimaksud dengan internet disini adalah gabungan jaringan komputer di seluruh dunia yang membentuk suatu sistem jaringan informasi global.
Selama menggunakan internet, kita seakan-akan dapat menjelajahi seluruh penjuru dunia dengan mengakses informasi di computer server (situs web) yang bermarkas di berbagai tempat.  Internet seakan-akan merupakan dunia tersendiri yang memungkinkan kita pergi mengunjungi berbagai tempat secara cepat, melihat informasi yang kita inginkan, membuka kotak surat dan membaca pesan serta berkenalan dengan orang-orang yang identitasnya tak kita ketahui dengan pasti dibelahan bumi manapun, semua itu kita lakukan hanya dengan duduk didepan komputer.  Karena itulah dunia internet juga disebut sebagai dunia maya, dunia semu yang tidak nyata.
Internet menawarkan banyak fasilitas untuk dunia pendidikan. Fasilitas komunikasi yang disediakan internet telah memungkinkan kelas online menjadi kenyataan dengan mempergunakan halaman web berbasis teks, surat elektronik (e-mail), pertukaran teks dan atau suara secara langsung (Internet Relay Chat), dan berbagai fasilitas multimedia interaktif. Dengan demikian, kegiatan belajar-mengajar dapat dilaksanakan, baik yang bersifat tertunda (delayed, seperti melalui e-mail) maupun secara langsung atau instan (real-time, misalnya melalui IRC dan audio-video conferencing). Pengajar dan peserta didik dapat melakukan komunikasi lintas waktu sehingga pembelajaran dapat dimasimalkan untuk pencapaian hasil belajar.
Kemampuan adalah wujud atau hasil dari proses mental dalam mengorganisasikan dan menyusun kembali bahan atau informasi untuk mencapai tujuan tertentu. Proses yang terjadi untuk menghasilkan kemampuan tersebut sering dilakukan secara otomatis atau tidak disadari seseorang. Hasil yang diperoleh dari proses tersebut yang dapat dilihat dan diamati.
Manfaat lain adalah TIK-komputer dapat menjadi buku referensi yang tak terpisahkan. Komputer dapat menyimpan hasil tulisan atau referensi yang tak terbatas, yang dapat diakses kapan pun, dan oleh siapa pun pada saat yang sama, yang menjadikannya lebih efesien dibandingkan dengan buku-buku pada umumnya.
Jika dikombinasikan dengan media yang lain, seperti video, TIK-komputer dapat berperan sebagai teman bagi siswa dalam permainan edukatif, atau sebagai sumber materi belajar, yang dapat memberikan ilustrasi konsep yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, sebagaimana ilustrasi interaktif dan atraktif.
Materi berbasis-teks dan materi audio-video dapat digunakan untuk memaparkan atau menjelaskan materi menulis kepada siswa. Beberapa peralatan TIK yang membantu dalam menyampaikan presentasi di antaranya 1) materi berbasis teks pada web atau CD-ROM; 2) perekam audio dengan dukungan teks pada web atau CD-ROM; 3) perekam video dengan dukungan teks pada web atau CD-ROM; dan 4) presentasi PowerPoint pada papan tulis elektronik.
Berbagai latihan menulis dapat dilakukan dengan TIK. Caranya dengan menggabungkan persentasi stimulus dalam beragam kombinasi format teks, materi audio dan video. TIK juga memberikan kemungkinan untuk menganalisis respon menulis siswa dengan umpan balik dan percabangan yang tepat.
Dalam menerapkan TIK pada pembelajaram menulis, guru dapat memberikan materi menulis yang siap digunakan maupun membuat materi latihan menulis sendiri menggunakan beragam peralatan komputer. Sejumlah peralatan tersedia untuk membantu guru dan siswa dalam mengerjakan tulisan/terbitan mereka secara kolaboratif. Yang kemudian diterbitkan dalam Local Area Network (LAN). Siswa dapat menggunakan TIK untuk menerbitkan karya mereka dalam berbagai sarana yang ada di internet.
Teknologi membantu guru dan siswa dalam berkomunikasi untuk mendiskusikan dan bimbingan tugas menulis. Beberapa di antaranya bisa melalui email, linguanet forum, Netlearn, konferensi audio, atau konferensi video. Computer dapat bertindak sebagai stimulus yang membangkitkan analisis, pemikiran kritis, diskusi, dan penulisan. Program yang melibatkan simulasi sangat efektif sebagai stimulus.
Beberapa kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran bahasa memberikan manfaat yang besar bagi siswa di antaranya; 1) membuat siswa dapat belajar dengan lebih efektif dan lebih baik, serta menyadari potensinya; 2) memfasilitasi akses terhadap kesempatan belajar yang lebih luas; 3) membuat penyampaian dan pengelolaan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
Di samping itu, penggunaan komputer dan internet dalam pembelajaran menulis memiliki kelebihan di antaranya; 1) kemudahan mencari rujukan; 2) kemudahan memublikasikan hasil menulis; 3) kolaborasi; dan 4) kemandirian dalam belajar.
Y. Margono, mengatakan bahwa selain untuk menulis, komputer juga dapat digunakan sebagai media hiburan, seperti permainan, musik, dan film, juga dapat digunakan untuk mengembangkan bakat mereka, seperti mengolah musik, melukis dan mengasah keterampilan berbahasa asing, serta membantu menumbuhkan motivasi belajar.
Motivasi belajar tidak akan terbentuk apabila siswa tersebut tidak mempunyai keinginan, cita-cita, atau menyadari manfaat belajar bagi dirinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengkondisian tertentu, agar diri kita atau siapa pun juga yang menginginkan semangat untuk belajar dapat termotivasi.
Komputer dan jaringan komputer (intranet dan internet) memberikan kemudahan bagi para siswa atau mahasiswa. Para siswa dapat memperoleh bahan-bahan pembelajaran melalui perpustakaan elektronik (e-library) atau buku elektronik (e-book) untuk mendapatkan koleksi perpustakaan berupa buku, modul, jurnal, majalah, atau surat kabar. Kehadiran Internet juga memungkinkan dilakukannya pembelajaran jarak jauh (e-learning). Maksudnya untuk mendapatkan materi pelajaran, para siswa atau mahasiswa tidak harus terikat dengan ruang dan waktu di ruang kelas pada jam-jam pelajaran. Mereka dapat memperoleh materi melalui komputer di rumah yang tersambung dengan internet atau melalui warnet-warnet yang tnemberikan layanan akses internet. Bahkan, dimungkinkan para siswa atau mahasiswa melakukan komunikasi dengan guru atau dosen melalui fasilitas e-mail atau berbicara atau bertatap muka melalui fasilitas teleconference/ video-conference.
Di samping untuk kegiatan pembelajaran, teknologi informasi dan komunikasi juga dapat digunakan untuk kegiatan administratif para guru. Misalnya, mengetahui data siswa, seperti nama, orang tua siswa, asal, latar belakang pendidikan sebelumnya, maupun data akademik seperti jadwal, nilai-nilai siswa, dan catatan prestasi. Kegiatan pemrosesan nilai untuk menentukan nilai rata-rata, ranking, kelulusan, dan kejuaraan sekolah dapat dilakukan dengan mudah, cepat, dan tepat. Para guru tidak perlu lagi melakukan penghitungan secara manual dengan bantuan mesin hitung kalkulator karena apabila nilai sudah dimasukkan ke dalam sistem komputer, proses penghitungan akan dilakukan oleh komputer juga dan hasilnya dapat dilihat dalam sekejap.
Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan orang  dapat memantau perkembangan pendidikan anaknya melalui komputer dan internet. Sehingga, mereka dapat mengetahui dan melihat hasil pembelajaran anaknya, mulai nilai harian, penugasan, nilai ujian, dan prestasi secara keseluruhan.
Melalui pembelajaran yang mengundang diharapkan siswa akan lebih aktif bertanya, bercerita, mengungkapkan isi hatinya, belajar secara mandiri, dan memiliki kreativitas menulis. Kenyataan yang ada di kelas-kelas, peserta didik kurang banyak membaca dan mendengar, sehingga mereka kurang mampu menulis dengan baik. Menulis seolah menjadi beban berat yang sangat sulit dilakukan. Mereka lebih senang bermain games dan berchating ria juga bertukar foto di friendster atau facebook. Friendster, facebook, dan games telah berhasil menarik siswa ke dalam pembelajaran yang mengundang siswa untuk aktif daripada menulis. Padahal menulis adalah sebuah kreativitas yang dapat dimunculkan apabila seseorang sering berpikir dan terus berlatih menulis dalam proses pembelajaran.